Saturday, October 4, 2014

Sejarah HAGI (Himpunan Ahli Geofisika Indonesia)

Perjalanan HAGI

Menyadari akan pentingnya ilmu geofisika untuk menyingkap rahasia apa yang terkandung di dalam bumi Indonesia, maka beberapa orang yang menamakan dirinya ahli geofisika memandang perlu mendirikan suatu asosiasi geofisika. Dengan demikian pada pada tanggal 11-12 Februari tahun 1975 beberapa orang yang terdiri dari fisikawan, geologiawan, geofisikawan berkumpul di Hotel Prapancha, Jakarta.
Fasilitas ruangan di hotel tersebut adalah atas jasa Lemigas yang pada waktu itu Direkturnya ialah Bapak Ir. Syarif A. Loebis. Dengan cuma-cuma para peserta rapat dapat tinggal di hotel tersebut selama dua hari pertemuan termasuk makan dan makanan kecil. Pengambil prakarsa utama untuk pertemuan tersebut di atas ialah ialah Profesor Mugiono almarhum dari jurusan Fisika Universitas Gajah Mada dan Mohamad Untung (kini Dr. dan APU) dari Direktorat Geologi.

Kesimpulan pertemuan ini ialah sangat perlu dan mutlak untuk didirikan suatu asosiasi. Maka dibentuklah panitia pendiri himpunan yang dimaksud dengan susunan sebagai berikut:
Ketua : R. Mugiono (Geofisika, FIPA UGM)
Anggota:
  • M. Barmawi ( Fisika , ITB)
  • Moh. Untung (Direktorat Geologi)
  • Iwan Tachyudin (Geologi, ITB)
  • Susilo Prawirowardoyo (Geofisika dan Meteorologi, ITB).
Terbentuknya HAGI
Pertemuan ilmiah pertama dilakukan di gedung auditorium Direktorat Geologi, Jl. Diponegoro 57 pada tanggal 9-10 Oktober 1976. Jumlah peserta berkisar antara 60 orang yang terdiri dari geofisikawan, fisikawan, geologiawan dan beberapa orang geodesi. Panitia pertemuan ini ialah Panitia pendiri himpunan yang disebut terdahulu. Dalam pertemuan ini di samping presentasi hasil karya juga diadakan rapat untuk mensyahkan himpunan yang akan dibentuk.
Kesimpulan rapat para peserta setuju untuk didirikan suatu himpunan atau asosiasi. Soal nama menjadi perdebatan yang lumayan seru. Tetapi akhirnya disetujui HAGI (HIMPUNAN AHLI GEOFISIKA INDONESIA) atau Inggrisnya yang semula ialah INDONESIAN ASSOCIATION OF GEOPHYSICISTS yang kemudian bermetamorfosa menjadi ASSOCIATION OF INDONESIAN GEOPHYSICISTS sebagai himpunan profesi dengan A.D. dan A.R.T. dan nama yang sah yang berdiri pada tanggal 9 Oktober 1976.
Pertemuan ini juga disyahkan sebagai Pertemuah Ilmiah Tahunan (PIT) pertama. Sebagai ketua HAGI pertama secara aklamasi dipilih R. Mugiono, sedangkan sebagai wakil ketua M. Untung. Anggota pengurus lain ialah Bendahara, Neni Srie Utami (sekarang Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Eksplorasi dan Sumberdaya Mineral, EDM), Sekretaris dan Redaksi, Iwan Tahjuddin Taib. Kantor HAGI berada di sebuah kamar di Direktorat Geologi, Jl. Diponegoro 57. Pada tahun-tahun berikutnya kantor masih berada di Direktorat Geologi sampai suatu saat dipandang perlu untuk berpindah-pindah sesuai dengan domisili pengurus.
Pertemuan Ilmiah Tahunan dan Joint Convention
PIT II dilakukan di kampus UGM, Yogyakarta pada tanggal 9-10 Oktober 1977. Lokasi PIT berkisar antara Bandung, Jakarta dan Yogyakarta sampai dengan PIT 23. PIT 24 dicoba dilakukan di Surabaya. Hasilnya cukup sukses. Setiap PIT selalu dilakukan pada awal-awal bulan Oktober sesuai dengan lahirnya HAGI. Pergantian pengurus melalui pemilihan selalu diselenggarakan tiap dua tahun sekali dan bagi yang terpilih hanya satu periode saja menjabat. Dengan demikian setiap anggota mendapat kesempatan untuk menjabat sebagai ketua.
Seiring dengan perkembangan Ilmu geofisika, maka untuk pertama kalinya dilaksanakan Joint Convention HAGI dan IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) di jakarta pada tahun 2003. Kemudian pada tahun 2005 dilakukan Joint Convention HAGI-IAGI-PERHIPMI.
Kerjasama Joint Convention dengan organisasi keprofesian seperti IAGI, IATMI dan IPA telah disepakati akan dilakukan setiap 2 tahun sekali dan kerja sama dengan SEG (Society of Exploration Geophysicists) disepakati setiap 4 tahun sekali.
PIT HAGI ke-33 yang lalu dilaksanakan di kota Bandung, tanggal 3 s/d 5 November 2006 bertempat di Grand Hyatt, Bandung.
Kegiatan Selanjutnya
Apa rencana HAGI selanjutnya? Apa yang dapat disumbangkan oleh HAGI dalam meningkatkan taraf hidup rakyat? Peningkatan sumberdaya manusia (SDM) di daerah? Membuat kursus ketrampilan kepada masyarakat untuk pengelolaan sumberdaya alam di daerah? Penyesuaian kurikulum ilmu kebumian di perguruan tinggi?
Ini semua memerlukan dana. Telah diputuskan oleh pengurus untuk membentuk yayasan sebagai badan hukum dengan tujuan membantu agar HAGI dapat “self supporting”. Bukankah anggota HAGI adalah manusia-manusia ahli yang dapat melakukan pekerjaan yang kini dilakukan oleh para ekspat? Dengan berlindung di bawah yayasan kita dapat bergerak mengerjakan proyek-proyek eksplorasi dengan sama sekali tidak menyimpang dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga HAGI.
Publikasi
Suatu majalah ilmiah adalah ukuran sampai di mana kekuatan profesionalnya himpunan. Kita harus mulai dengan semangat baru mengisi jurnal kita yang bernama “GEOFISIKA”. Kini nama majalah tersebut diganti menjadi JURNAL GEOFISIKA. Hendaknya semua anggota HAGI merasa berkewajiban menyumbangkan buah karyanya dalam bentuk tulisan di majalah tersebut. Bahwasanya majalah ini akan memberi dampak pada pemasukan dana bukan suatu hal yang mustahil. Hampir semua himpunan profesi di luar negeri dapat hidup dari majalah yang diterbitkan.
Kegiatan Ilmiah
Di samping kegiatan rutin seperti PIT dan pekerjaan sehari-hari, HAGI secara sporadik juga melakukan kursus-kursus berkelanjutan (continuing education). Peserta kebanyakan terdiri dari para geofisikawan junior dan juga para karyawan geofisika dari beberapa instansi pemerintah maupun swasta.
Pertemuan lmiah bersama dengan SEG (Society of Exploration Geophysicists) sedang dilakukan yang kedua kalinya yaitu yangb pertama pada tahun 199? dan 2006 yang sekarang sedang berlangsung.
Kegiatan Sosial
Penyuluhan tentang terjadinya gempabumi serta cara penyelamatan dari bencana telah dilakukan di Medan, Padang, Begkulu, Lampung dan Yogya.
Daftar Ketua sejak berdirinya HAGI
  1. Prof. R. Mugiono periode 1976-1978
  2. Ir. J. Rainir Dhadar periode 1978 -1980
  3. Ir. Hariadi periode 1980 – 1982
  4. Dr. Muhamad Untung periode1982-1984
  5. Ir. A.M. Naim periode 1984-1986
  6. Ir. Soetedjo Soeyitno periode 1986-1988
  7. Ir. Gatot Karyoso periode 1988-1990
  8. Ir. Sudharmono periode 1990-1992
  9. Dr. Herry Haryono periode 1992-1994
  10. Ir.Pertangkuhen Manik periode 1994-1996
  11. Prof. Djoko Santoso periode 1996-1998
  12. Dr. Basuki Puspoputro periode 1998-2000
  13. Ir. Eko Widianto MT periode 2000-2002
  14. Adriansyah,Ph.d periode 2002-2004
  15. Dr. Wawan Gunawan periode 2004-2006
  16. Abdul Mutalib Masdar, M.Ba, periode 2006-2008
  17. Elan Biantoro, periode 2008-2010
  18. Yosi Hirosiadi, 2010-2012
  19. Prof. Dr. Sri Widiyantoro, 2012-2014

No comments:

Post a Comment